BAB III
TINJAUAN LOKASI
A. GAMBARAN UMUM LOKASI DAERAH PENELITIAN
Kota Makassar sebagai Ibukota Propinsi Sulawesi Selatan, merupakan pusat pengembangan pelayanan, distribusi dan akomodasi barang dan jasa serta pusat pendidikan yang juga merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang perkembangannya cukup cepat dan telah menimbulkan berbagai konflik termasuk bidang transportasi. Bila mengamati sistem transportasi Kota Makassar, beberapa ruas jalan arteri dan kolektor di Kota Makassar menunjukkan tanda-tanda kinerja jalan dan persimpangan yang buruk.
Jalan A.P.Pettarani terletak pada kecamatan Tamalate kota Makassar, jalan Andi Pangeran Pettarani merupakan jalan dengan jalur dua arah yang mengarah berada pada kawasan poros pusat kota Makassar. Arus lalulintas di jalan Andi Pangeran Pettarani dan keberadaan interaksi sistem jaringan transportasi. Jika arus lalulintas meningkat pada jam-jam tertentu, waktu tempuh pasti akan meningkat, sebaliknya jika arus lalu lintas menurun, maka waktu tempuh pasti akan menurun. Adapun jam-jam puncak arus lalu lintas terjadi pada pagi hari (06:30 – 10:30), dan sore hari (15:00 – 17:00).
Jalan A.P Pettarani merupakan jalan poros kota makassar yang menghubungkan jalan Sultan Alauddin dengan jalan Urip Sumaharjo dan jalan Tol Reformasi. Jalan A.P Pettarani adalah jalan dengan dua jalur dan empat lajur. Dua jalur dipisahkan oleh bogenffile/taman kota yang lebarnya 1,5 meter.
B. LETAK DAN BATAS ADMINISTRASI LOKASI PENELITIAN
Lokasi penelitian berada pada jalan A.P. Pettarani yang terletak di Kecamatan Rappocini yang merupakan salah satu dari 14 Kecamatan di Kota Makassar dengan Tata guna lahan meliputi, perkantoran, warung/pedagang kaki lima, pusat pendidikan, rumah makan, pusat pendidikan misalnya keberadaan kampus Universitas Negeri Makassar yang ada di sekitar jalan Andi Pangeran Pettarani. Pergeseran lahan pada sekitar jalan Andi Pangeran Pettarani telah mengalami perubahan yang cukup drastis yang ada di sebelah timur. Fungsi dominan pada jalan Andi Pangeran Pettarani adalah perkantoran dan pendidikan. Pola penggunaan lahan pada tersebut mengalami perkembangan sesuai tuntutan peningkatan pertumbuhan ekonomi dan perkembangan jumlah penduduknya. hal itu dapat dilihat pada lahan-lahan yang ada di sekitar jalan Andi Pangeran Pettarani, area perdagangan tumbuh dan meningkat, pedagang kaki lima dan tidak adanya tempat parkir yang memadai untuk memenuhi kebutuhan akttivitas masyarakat memicu kurang nyamannya keberadaan masyrakat di jalan Andi Pangeran Pettarani.
adapun batas administrasi kecamatan Rappocini dalah sebagai berikut :
· Sebelah Utara : Kecamatan Panakukang
· Sebelah Selatan : Kecamatan Tamalate
· Sebelah Barat : Kecamatan Mamajang
· Sebelah Timur : Kabupaten Gowa
C. DEMOGRAFI ATAU KEPENDUDUKAN
Penduduk Kota Makassar tahun 2005 tercatat sebanyak 1.193.434 jiwa yang terdiri dari 582.572 laki-laki dan 610.862 perempuan. Sementara itu jumlah penduduk Kota Makassar tahun 2004 tercatat sebanyak 1.179.023 jiwa. Komposisi penduduk menurut jenis kelamin dapat ditunjukkan dengan rasio jenis kelamin Rasio jenis kelamin penduduk Kota Makassar yaitu sekitar 95,37 persen, yang berarti setiap 100 penduduk wanita terdapat 95 penduduk laki-laki. Penyebaran penduduk Kota Makassar dirinci menurut kecamatan, menunjukkan bahwa penduduk masih terkonsentrasi diwilayah kecamatan Tamalate, yaitu sebanyak 144.458 atau sekitar 12,10 persen dari total 136.725 (11,46 percent) penduduk, disusul kecamatan Rappocini sebanyak 136.725 jiwa Kecamatan Panakkukang sebanyak 129.967 jiwa (10,89 persen), dan yang terendah adalah kecamatan Ujung Pandang sebanyak 27.921 jiwa (2,34 persen) Makassar Dalam Angka 2005. Penduduk dan Tenaga Kerja Ditinjau dari kepadatan penduduk kecamatan Makassar adalah terpadat yaitu 31.898 jiwa per km persegi, disusul kecamatan Mariso (28.013 jiwa per km persegi), kecamatan Bontoala (25.139 jiwa per km persegi) Sedang kecamatan Biringkanaya merupakan kecamatan dengan kepadatan penduduk terendah yaitu sekitar 2.485 jiwa per km persegi, kemudian kecamatan Tamalanrea 2.666 jiwa per km persegi), Manggala (3.833 jiwa per km persegi), kecamatan Ujung Tanah ( 7.711 jiwa per km persegi), kecamatan Panakkukang 7.623 jiwa per km persegi Wilayah-wilayah yang kepadatan penduduknya masih rendah tersebut masih memungkinkan untuk pengembangan daerah pemukiman terutama di 3 ( tiga ) kecamatan yaitu Biringkanaya, Tamalanrea, Manggala
Dari data tersebut secara spesifik jumlah dan pertumbuhan penduduk Kota Makassar dapat di jelaskan dalam tabel 3.1 berikut.
Tabel 3.1
Jumlah dan laju pertumbuhan penduduk Kota Makassar
Tahun 2000, 2004 dan 2005
| NO | KECAMATAN | JUMLAH PENDUDUK | LAJU PERTUMBUHAN PENDUDUK | |||
| TAHUN | TAHUN | |||||
| 2000 | 2004 | 2006 | 2000-2004 | 2004-2006 | ||
| 1 | MARISO | 51003 | 52278 | 52803 | 0,62 | 1 |
| 2 | MAMAJANG | 58850 | 56493 | 58875 | -1,02 | 4,22 |
| 3 | TAMALATE | 128329 | 143987 | 144458 | 2,92 | 0,33 |
| 4 | RAPPOCINI | 125498 | 136128 | 136725 | 2,05 | 0,44 |
| 5 | MAKASSAR | 80127 | 79149 | 80383 | -0,31 | 1,56 |
| 6 | U PANDANG | 27765 | 27165 | 27921 | -0,54 | 2,78 |
| 7 | WAJO | 34114 | 32091 | 34137 | -1,52 | 6,38 |
| 8 | BONTOALA | 56875 | 54063 | 56991 | -1,26 | 5,42 |
| 9 | UJUNG TANAH | 44055 | 45491 | 45801 | 0,81 | 0,68 |
| 10 | TALLO | 115527 | 127648 | 128141 | 2,53 | 0,39 |
| 11 | PANAKKUKANG | 123820 | 129240 | 129967 | 1,08 | 0,56 |
| 12 | MANGGALA | 77122 | 92411 | 92524 | 4,63 | 0,12 |
| 13 | BIRINGKANAYA | 95320 | 118633 | 119818 | 5,62 | 1 |
| 14 | TAMALANREA | 86144 | 84247 | 84890 | 0,8 | 0,76 |
| 15 | MAKASSAR | 1834549 | 1179024 | 1193434 | 16,41 | 25,64 |
Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Makassar
2004 (Hasil estimasi BPS Kota Makassar, keadaan Desember 2004)
2005 (Hasil Susenas BPS Kota Makassar, keadaan Juni 2005)
*): Penduduk masih bergabung dengan kec.Induk Makassar Dalam Angka 2005
Untuk lebih jelasnya pertambahan dan perkembangan penduduk Kota Makassar dapat dilihat pada tabel 3.2: yaitu pertumbuhan serta perkembangan penduduk lima tahun terakhir, dari tahun 2002 - 2006
Tabel 3.2
Jumlah, Pertambahan dan Pertumbuhan Penduduk Kota Makassar
Tahun 2002 - 2006
| NO | TAHUN | JUMLAH PENDUDUK | PERTAMBAHAN PENDUDUK | PERTUMBUHAN PENDUDUK (%) |
| 1 | 2002 | 1148312 | - | - |
| 2 | 2003 | 1160011 | 11699 | 1.02 |
| 3 | 2004 | 1179023 | 19012 | 1.64 |
| 4 | 2005 | 1193434 | 14411 | 1.22 |
| 5 | 2006 | 1223540 | 30106 | 2.52 |
| 6 | JUMLAH | 75228 | 6.4 | |
Sumber : Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Makassar
Dengan melihat pertumbuhan penduduk kota Makassar dalam lima tahun terakhir di atas dapat kita perkirakan bagaimana tingkat aktivitas masyarakat yang semakin meningkat, kebutuhan masyarakat untuk menunjanng aktivitas kegiatannya sehari-hari sangatlah singnifikan, tingkat pelayanan fasilitas yang ada di wilayah kota Makassar terutama kelancaran mobilisasi masyarakat dari tempat bermukim ketempat atau lokasi kerja. Hal itu sangat berkaitan langsung dengan sarana dan prasarana jalan, keterkaitan yang sangat erat tersebut memberikan indikasi bahwa pengelolaan dan pembenahan serta peningkatan kualitas jalan harus terus menjadi fokus perhatian utama pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah kota Makassar.
Diagram 3.1
jumlah Pendudduk Kota Makassar Tahun 2005
Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Makassar
2004 (Hasil estimasi BPS Kota Makassar, keadaan Desember 2004)
2005 (Hasil Susenas BPS Kota Makassar, keadaan Juni 2005)
*): Penduduk masih bergabung dengan kec.Induk Makassar Dalam Angka 2005
D. KEADAAN LALU LINTAS LOKASI PENELITIAN
Transportasi dan tata guna lahan berhubungan sangat erat, sehingga biasanya dianggap membentuk satu landuse transport system. Agar tata guna lahan dapat terwujud dengan baik maka kebutuhan transportasinya harus terpenuhi dengan baik. Sistem transportasi yang macet tentunya akan menghalangi aktivitas tata guna lahannya. Sebaliknya, tranportasi yang tidak melayani suatu tata guna lahan akan menjadi sia-sia, tidak termanfaatkan.
Masalah transportasi atau di jalan AP Pehtarani merupakan masalah yang sama seperti yang dihadapi oleh negara-negara yang telah maju (developed) dan juga oleh negara-negara yang sedang berkembang (developing) di bidang transportasi perkotaan (urban) maupun transportasi antar kota (regional). Terciptanya suatu sistem transportasi atau perhubungan yang menjamin pergerakan manusia dan/atau barang secara lancar, aman, cepat, murah dan nyaman merupakan tujuan pembangunan di sektor perhubungan (transportasi).
Sistem transportasi antar kota terdiri dari berbagai aktivitas, seperti industri, pariwisata, perdagangan, pertanian, pertambangan dan lain-lain. Aktivitas tersebut mengambil tempat pada sebidang lahan (industri, sawah, tambang, perkotaan, daerah pariwisata dan lain sebagainya). Dalam pemenuhan kebutuhan, manusia melakukan perjalanan antara tata guna tanah tersebut dengan menggunakan sistem jaringan transportasi.
Beberapa interaksi dapat dilakukan dengan telekomunikasi, seperti telepon, faksimili atau surat. Akan tetapi hampir semua interaksi yang terjadi memerlukan perjalanan dan oleh sebab itu akan menghasilkan pergerakan arus lalu lintas.
Sasaran umum dari perencanaan transportasi adalah membuat interaksi menjadi semudah dan seefisien mungkin (Jurnal PWK No. 3, 1997:37). Sebaran geografis antara tata guna tanah (sistem kegiatan) serta kapasitas dan lokasi dari fasilitas transportasi (sistem jaringan) digabung untuk mendapatkan volume dan pola lalu lintas (sistem pergerakan). Volume dan pola lalu lintas pada jaringan transportasi akan mempunyai efek feedback atau timbal balik terhadap lokasi tata guna tanah yang baru dan perlunya peningkatan prasarana.
Hubungan dasar antara sistem kegiatan, sistem jaringan dan sistem pergerakan disatukan dalam beberapa urutan konsep seperti yang terlihat dalam gambar 2.2. Konsep tersebut yang dijadikan dasar peramalan kebutuhan pergerakan yang bersama dengan kondisi jaringan dapat diketahui kinerja dari jaringan jalan bersangkutan. Konsep perencanaan transportasi biasanya dilakukan secara berturut sebagai berikut :
a. Aksesibilitas
Suatu ukuran potensial atau kesempatan untuk melakukan perjalanan. Konsep tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi problem yang terdapat dalam sistem transportasi dan mengevaluasi solusi-solusi alternatif.
b. Pembangkit lalu lintas
Besaran perjalanan yang dibangkitkan oleh tata guna tanah.
c. Sebaran pergerakan
Besaran perjalanan secara geografis di dalam daerah perkotaan.
d. Pemilihan moda transportasi
Menentukan faktor yang mempengaruhi pemilihan moda transportasi untuk suatu tujuan perjalanan tertentu.
e. Pemilihan rute
Menentukan faktor yang mempengaruhi pemilihan rute antara zona asal dan tujuan.
f. Hubungan antar waktu, kapasitas dan arus lalu lintas
Waktu tempuh perjalanan sangat dipengaruhi oleh kapasitas ruas jalan yang ada dan jumlah arus lalu lintas yang menggunakannya.
GAMBAR 3.2
URUTAN KONSEP PERENCANAAN TRANSPORTASI
Aksesibilitas
Pembangkit Lalu lintas
Sebaran Pergerakan
Pemilihan Moda
Pemilihan Rute
Arus Lalu lintas
Sumber : Jurnal PWK No. 3, 1997:37
E. DATA TARANSPORTASI
Volume lalu lintas yang ada di jalan A.P Petarani dapat di jelaskan dengan data sebagaimana pejalan kaki, pick up, motor, mobil pribadi, truck 2a, pete-pete, truck 3a, bus damri, becak dll yang akan tertera dalam tabel 3.2
Tabel 3.5
Banyaknya kendaraan yang melewati jalan A.P Pettarani dari arah jalan
Sultan Alauddin
| NO | JAM | PEJALAN KAKI | PICK UP | MOTOR | SEDAN/ZEEP | TRUCK 2A | TRUCK 3A | BUS DAMRI | PETE-PETE | BECAK | SEPEDA | |
| 1 | 06:00-07:00 | 98 | 8 | 1843 | 180 | 9 | 5 | 6 | 109 | 80 | 0 | |
| 2 | 07:00-08:00 | 388 | 12 | 2198 | 566 | 16 | 7 | 7 | 263 | 266 | 42 | |
| 3 | 08:00-09:00 | 331 | 15 | 1785 | 512 | 37 | 12 | 4 | 277 | 255 | 28 | |
| 4 | 09:00-10:00 | 255 | 27 | 1447 | 438 | 38 | 25 | 3 | 238 | 189 | 4 | |
| 5 | 10:00-11:00 | 275 | 34 | 1646 | 466 | 37 | 17 | 2 | 240 | 194 | 9 | |
| 6 | 11:00-12:00 | 176 | 13 | 1606 | 575 | 45 | 12 | 2 | 237 | 171 | 19 | |
| 7 | 12:00-13:00 | 324 | 34 | 2132 | 603 | 70 | 22 | 4 | 254 | 159 | 11 | |
| 8 | 13:00-14:00 | 251 | 36 | 1733 | 516 | 73 | 20 | 4 | 285 | 134 | 14 | |
| 9 | 14:00-15:00 | 151 | 29 | 1971 | 592 | 48 | 22 | 1 | 273 | 112 | 8 | |
| 10 | 15:00-16:00 | 199 | 43 | 2615 | 563 | 45 | 17 | 3 | 258 | 132 | 18 | |
| 11 | 16:00-17:00 | 225 | 29 | 3009 | 544 | 36 | 13 | 5 | 247 | 123 | 201 | |
| 12 | 17:00-18:00 | 276 | 34 | 2807 | 697 | 46 | 5 | 0 | 227 | 128 | 68 | |
| 13 | 18:00-19:00 | 209 | 18 | 2565 | 631 | 40 | 8 | 1 | 234 | 122 | 8 | |
| 14 | 19:00-20:00 | 33 | 8 | 1913 | 563 | 27 | 5 | 0 | 188 | 91 | 2 | |
| 15 | 20:00-21:00 | 28 | 19 | 1476 | 573 | 19 | 8 | 0 | 142 | 50 | 5 | |
| 16 | 21:00-22:00 | 9 | 11 | 10996 | 505 | 21 | 9 | 0 | 103 | 33 | 4 | |
| JUMLAH | 3228 | 370 | 41742 | 8524 | 607 | 207 | 42 | 3575 | 2239 | 441 | ||
Sumber: Survey Lapangan
Tabel 3.6
Banyaknya kendaraan yang melewati jalan A.P Pettarani
Dari arah jalan Urip Sumaharjo dan Tol Reformasi
| NO | JAM | PEJALAN KAKI | PICK UP | MOTOR | SEDAN/ZEEP | TRUCK 2A | TRUCK 3A | BUS DAMRI | PETE-PETE | BECAK | SEPEDA | |
| 1 | 06:00-07:00 | 41 | 16 | 1263 | 0 | 15 | 5 | 1 | 0 | 0 | 39 | |
| 2 | 07:00-08:00 | 192 | 22 | 2345 | 0 | 35 | 29 | 2 | 0 | 0 | 205 | |
| 3 | 08:00-09:00 | 41 | 49 | 2498 | 0 | 36 | 31 | 4 | 0 | 0 | 172 | |
| 4 | 09:00-10:00 | 77 | 53 | 2308 | 0 | 30 | 44 | 3 | 0 | 0 | 34 | |
| 5 | 10:00-11:00 | 162 | 57 | 2337 | 0 | 34 | 40 | 3 | 0 | 0 | 13 | |
| 6 | 11:00-12:00 | 58 | 58 | 1964 | 0 | 10 | 27 | 2 | 0 | 0 | 10 | |
| 7 | 12:00-13:00 | 45 | 45 | 2091 | 0 | 14 | 21 | 1 | 0 | 0 | 14 | |
| 8 | 13:00-14:00 | 47 | 47 | 2098 | 0 | 7 | 13 | 2 | 0 | 0 | 7 | |
| 9 | 14:00-15:00 | 47 | 52 | 2104 | 0 | 9 | 22 | 3 | 0 | 0 | 9 | |
| 10 | 15:00-16:00 | 10 | 51 | 1983 | 0 | 16 | 30 | 5 | 0 | 0 | 16 | |
| 11 | 16:00-17:00 | 38 | 67 | 2229 | 0 | 44 | 21 | 5 | 0 | 0 | 44 | |
| 12 | 17:00-18:00 | 34 | 55 | 2573 | 0 | 26 | 21 | 10 | 0 | 0 | 26 | |
| 13 | 18:00-19:00 | 20 | 40 | 2306 | 0 | 20 | 4 | 3 | 0 | 0 | 20 | |
| 14 | 19:00-20:00 | 13 | 50 | 2094 | 0 | 12 | 11 | 1 | 0 | 0 | 12 | |
| 15 | 20:00-21:00 | 25 | 27 | 1837 | 0 | 9 | 22 | 1 | 0 | 0 | 9 | |
| 16 | 21:00-22:00 | 22 | 43 | 1535 | 0 | 8 | 16 | 0 | 0 | 0 | 8 | |
| JUMLAH | 872 | 732 | 33565 | 0 | 325 | 357 | 46 | 0 | 0 | 638 | ||
Sumber: Survey Lapangan
1. Volume lalulintas
Untuk mendapatkan volume lalulkintas pada ruas jalan A..P Pettarani, maka diadakan survey atau pencatatan selam 16 jam dala sehari. Ytang dilakukan mulai pukul 06:00 – 22:00 WITA. Volume kendaraan maksimum yang diperoleh pada saat suvey dianggapa sebagai waktu-waktu puncakj lalulintas.
2. Jenis Kendaraan
Karean kendaraan lalulintas yang terdapat pada jalan A.P Pettarani terdiri dari 2 arah, maka dalam pengamaatan survey dilakukan pembagian kendaraan yaitu: kendaraan pribadi, sepeda motor, becak, pejalan kaki, dan mobil angkutan barang maupun angkkutan umum (tuck A2, Truck A3, truck sedang, bus damri dan sepeda.







0 komentar:
Posting Komentar